Cara Menghitung Payback Period + Contoh Soal di Excel

Rumus Payback Period – Pada dasarnya, apabila kita ingin berinvestasi yang pertama harus kita ketahui terlebih dahulu adalah Payback Period. Apa itu payback period? Menurut pengertian pakar ekonomi, Payback period dapat diartikan sebagai jangka waktu kembalinya investasi yang telah dikeluarkan, melalui keuntungan yang diperoleh dari suatu proyek yang telah direncanakan.

Sedangkan menurut Bambang Riyanto (2004) payback period adalah suatu periode yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan proceeds atau aliran kas netto atau net cash flows. Nah, untuk itu dalam ulasan kali ini kami akan membahas lebih dalam mengenai cara menghitung payback period menggunakan rumus yang mana akan lebih memudahkan kita untuk melakukan investasi kepada sebuah usaha atau lainnya.

Pada dasarnya dalam pengertian umum periode “Payback” menunjukkan berapa lamanya ( dalam beberapa tahun ) pengembalian suatu investasi, suatu proyek atau usaha, dengan memperhatikan teknik penilaian terhadap jangka waktu tertentu. Jangka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan nilai investasi melalui penerimaan – penerimaan yang dihasilkan oleh proyek investasi tersebut juga untuk mengukur kecepatan kembalinya dana investasi.

menghitung payback period

Kelebihan dan Kelemahan Payback Period. Dalam menentukan payback period, anda perlu memahami bagaimana cara kerja payback period, apa kelebihannya dan apa kekurangannya. Nah, untuk itu berikut ini adalah kelebihan yang dimiliki metode payback period.

Kelebihan Perhitungan Payback Period :

  • Kelebihan Payback Method digunakan untuk mengetahui jangka waktu yang diperlukan untuk pengembalian investasi dengan resiko yang besar dan sulit.
  • Dapat digunakan untuk menilai dua proyek investasi yang mempunyai rate of return dan resiko yang sama, sehingga dapat dipilih investasi yang jangka waktu pengembaliannya cepat.
  • Cukup sederhana untuk memilih usul-usul investasi.

Sebagaimana metode lainnya, payback period juga memiliki kelemahan, yaitu :

  • Tidak memperhatikan nilai waktu dari uang.
  • Tidak memperhitungkan nilai sisa dari investasi.
  • Tidak memperhatikan arus kas setelah periode pengembalian tercapai.

Rumus Payback Period

Payback period menunjukkan perbandingan antara “initial investment” dengan aliran kas tahunan, dengan rumus sebagai berikut:

Payback Period = n + (a-b) /(c-b) x 1 tahun

Keterangan:
n = Tahun terakhir dimana jumlah arus kas masih belum bisa menutup investasi mula-mula.
a = Jumlah investasi mula-mula.
b = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke – n
c = Jumlah kumulatif arus kas pada tahun ke n + 1.

Rumus periode pengembalian jika arus kas per tahun jumlahnya sama, yaitu sebagai berikut:

Payback Peiod = (investasi awal) /(arus kas) x 1 tahun

  • Periode pengembalian lebih cepat : layak
  • Periode pengembalian lebih lama : tidak layak
  • Jika usulan proyek investasi lebih dari satu, maka periode pengembalian yang lebih cepat yang dipilih.

Contoh kasus arus kas setiap tahun jumlahnya berbeda. Berikut adalah contoh soal payback period yang dapat anda pelajari selengkapnya.

Contoh Soal Cara Menghitung Payback Period

Diketahui suatu usulan proyek investasi senilai Rp. 600 juta dengan umur ekonomis 5 tahun, Syarat periode pengembalian 2 tahun, dengan tingkat bunga 12% per tahun, dan arus kas pertahun adalah :

  • Tahun 1 RP. 300 juta
  • Tahun 2 Rp. 250 juta
  • Tahun 3 Rp. 200 juta
  • Tahun 4 Rp. 150 juta
  • Tahun 5 Rp. 100 juta

Arus kas dan arus kas kumulatif:

Tahun
Arus kas
Arus kas kumulatif
1
300.000.000
300.000.000
2
250.000.000
550.000.000
3
200.000.000
750.000.000
4
150.000.000
900.000.000
5
100.000.000
1.000.000.000

Jawab: 2,25 tahun atau 2 tahun 3 bulan

Jadi kesimpulannya periode pengembalian lebih dari yang disyaratkan oleh perusahaan maka usulan proyek investasi ini di tolak.

Contoh kasus payback period lainnya, ketika ada usulan proyek investasi dengan dana Rp. 500 juta (initial investment) dan ditargetkan penerimaan dana investasi (cash flow) berbeda setiap tahun. Katakanlah tahun ke-1 cash flownya Rp. 250 juta, tahun ke-2 Rp. 200 juta, tahun ke-3 Rp. 150 juta, tahun ke-4 Rp. 100 juta. Syarat periode pengembalian investasi 4 tahun, berapakah payback periodnya ?

Jawab: Payback Periodnya adalah
= 1 + (500jt-250jt) / (450jt-250jt)
= 2,33 juta
atau bisa juga dihitung dengan cara:

Dari tabel tersebut, investasi Rp. 600 juta terletak di cumulative cash flow ke-3.
Payback periodnya sebagai berikut:
= 2 + Rp. 500 juta – Rp. 450 juta / Rp.600 juta – Rp. 450 juta x 1 tahun
= 2,33 tahun atau 2 tahun 4 bulan

Payback periodnya kurang dari syarat periode pengembalian perusahaan sehingga usulan proyek investasinya diterima. Nah, ternyata mudah sekali menghitung payback period apabila kita sudah mengetahui rumusnya. Sekian ulasan mengenai Rumus Payback Period yang benar dan tepat yang dapat saya tuliskan kali ini, semoga dapat bermanfaat.