Perhitungan PPH 21 Tahun 2017 Excell + Cara Menghitung

Perhitungan PPH 21 2017 – Berikut panduan cara menghitung pajak penghasilan / PPH 21 terbaru di tahun 2017. Pada ulasan kali ini kami akan menyajikan tips dan trik cara mudah untuk menghitung pajak penghasilan di excel ataupun secara manual. Taat pajak merupakan ciri orang yang bijak dan nasionalis. Anda yang membayar pajak sudah semestinya anda patut merasa bangga karena dengan membayar pajak anda ikut berperan untuk pembangunan infrastruktur, jalan,pendidikan,dan kesehatan masyarakat Indonesia.

Pemberdayaan pajak juga merupakan salah satu usaha dari sekian banyak cara yang dilakukan oleh Pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang wajibnya bayar pajak. Anda yang diperluas rezekinya, pastinya sudah tak asing lagi dengan istilah PPH 21 yang mana anda memiliki kewajiban untuk menyalurkan sebagian kecil dari penghasilah yang telah anda terima kepada dan untuk pembangunan serta kemajuan ekonomi Negara. Nah, bagi anda yang belum tahu tentang perhitungan pph 21, berikut penjelasan rincinya.

perhitungan PPH 21

Pengertian PPH 21

PPh 21 adalah pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan dalam bentuk apapun yang sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan yang dilakukan oleh orang pribadi subyek pajak dalam negeri. Hal ini sesuai dengan pengertian yang tertera dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-32/PJ/2015. Yang wajib membayar pajak PPh 21 adalah orang yang dikenai pajak atas penghasilannya atau penerima penghasilan yang dipotong PPh 21 berdasarkan peraturan Direktur Jenderal Pajak PER-32/PJ/2015 Pasal 3 wajib pajak PPh 21. Jika disimpulkan peserta wajib pajak terbagi menjadi 6 kategori, antara lain pegawai, bukan pegawai, penerima pensiun dan pesangon, anggota dewan komisaris, mantan pegawai dan peserta kegiatan yang memperoleh penghasilan dari kegiatan yang dilangsungkan tersebut.

Contoh Perhitungan PPH 21

Untuk menghitung PPH 21, setiap orang tidaklah sama. Hal ini karena perhitungan pajak penghasilan berdasarkan jumlah hasil gaji setiap orang, dan kita tahu bahwa tidak setiap orang mendapatkan upah gaji/ penghasilan yang sama persis. Jadi, rumus untuk menghitung PPH 21 dapat anda pelajari dengan menyimak contoh soal yang akan kami tuliskan dibawah ini.

Saudara Agus sudah menikah tanpa anak, merupakan pegawai sebuah perusahaan katakanlah PT. Mencari Cinta Sejati, dimana ia memperoleh gaji bulanan sejumlah Rp 3.000.000,00 (tiga juta rupiah). PT. Mencari Cinta Sejati sendiri memberlakukan program Jamsostek, premi Jaminan Kecelakaan Kerja dan premi Jaminan Kematian untuk setiap karyawan yang dibayar pemberi kerja dengan jumlah masing-masing 0,50% dan 0,30% dari gaji. Selain itu, PT. Mencari Cinta Sejati juga menanggung pembayaran iuran untuk Jaminan Hari Tua setiap bulan sebesar 3,70% dari gaji sedangkan saudara Agus membayar iuran Jaminan Hari Tua sebesar 2,00% dari gaji setiap bulan.

Selain beberapa iuran diatas, PT. Mencari Cinta Sejati juga mengikuti program pensiun untuk seluruh karyawan dimana pembayarannya setiap bulan sebesar Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah) untuk saudara Agus ke dana pensiun, yang pendiriannya disahkan oleh Menteri Keuangan. Sedangkan saudara Agus hanya membayar iuran pensiun sebesar Rp 50.000,00 (lima puluh ribu rupiah). Pada bulan Juli 2013, saudara Agus hanya menerima pembayaran berupa gaji. Nah, cara menghitung PPh 21 saudara Agus untuk bulan Juli 2014 adalah sebagai berikut.

Cara Menghitung PPH 21 Tahun 2017

Gaji

Rp 3.000.000,00

Premi Jaminan Kecelakaan Kerja

15.000,00

Premi Jaminan Kematian

9.000,00

Penghasilan Bruto

3.024.000,00

Pengurangan
  1. Biaya Jabatan 5%x3.024.000,00

151.200,00

  1. Iuran Pensiun

50.000,00

  1. Iuran Jaminan Hari Tua

60.000,00

(261.200,00)

Penghasilan neto sebulan

2.762.800,00

Penghasilan neto satu tahun 12x 2.762.800,00

33.152.600,00

PTKP:
– Untuk WP sendiri

24.300.000,00

– Tambahan WP kawin

2.025.000,00

(26.325.000,00)

Penghasilan Kena Pajak Setahun

6.828.600,00

Pembulatan

6.828.000,00

PPh terutang 5%x6.828.000,00

341.400,00

PPh Pasal 21 bulan Juli 341.400,00 : 12

Rp 28.452,00

Namun ironisnya, masih minimnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk membayar pajak. Seperti contoh di kota Surabaya, Jawa Timur, kesadaran masyarakat untuk membayar PPH 21 terbilang masih rendah karena baru mencapai kurang lebih 60%. Setiap tahunnya, selalu meyisakan jumlah piutang yang tidak sedikit. Masih banyak masyarakat yang enggan dan tidak mau tahu untuk membayar pajak, dan bahkan sudah tidak peduli lagi dengan pajak hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang wajibnya membayar pajak penghasilan.

Sekian ulasan mengenai perhitungan PPH 21 tahun 2017 beserta cara menghitung pajak penghasilan dengan mudah dan cepat yang dapat kami sajikan kali ini, ingatlah selalu untuk membayar pajak tepat waktu karena tidaklah dikatakan orang bijak bila dirinya belum melunasi pembayaran pajak, baik itu pajak PPH 21 maupun PBB. Sekian, semoga apa yang telah kami tuliskan diatas dapat bermanfaa bagi kita semua.