Rumus Cara Menghitung BEP (Break Even Point ) + Contoh

Menghitung BEP –  Dalam ulasan artikel kali ini kami akan membahas rumus BEP yang secara detail akan mengulas cara menghitung break even point secara ringkas dan sederhana beserta grafik dan contoh soal perhitungan BEP. Bagi anda yang sedang mendalami ilmu akuntansi, pasti sudah tak asing lagi dengan yang namanya BEP. Nah, untuk anda yang masih belum mengetahui apa itu BEP, mari kita simak penjelasan mengenai arti dan singkatan BEP.

Pengertian BEP

BEP adalah singkatan dari Break Even Point. Secara lebih jelas lagi, BEP adalah titik dimana pendapatan dari usaha sama dengan modal yang anda keluarkan, dengan artian anda tidak mengalami kerugian maupun keuntungan. Dengan kondisi bunga deposito yang semakin menurun, tentunya tidak memberikan return yang cukup baik kita untuk meningkatkan daya beli kita akan dana yang kita miliki. Hal ini bisa disebabkan oleh tingkat inflasi yang lebih besar dari bunga deposito. Lalu bagaimana cara menghitung BEP yang benar dan akurat ?

Bila kita mencoba untuk memulai suatu usaha baru dalam rangka untuk meningkatkan keuntungan kembali baik untuk usaha apapun yang hendak kita pilih dan tekuni seperti toko baju, toko perlengkapan olah raha, toko elektronik, toko sembako, toko lampu, toko barang bekas, toko HP, toko stationary, usaha laundry dan lain sebagainya, tentunya kita perlu untuk menghitung-hitung berapa dana yang diperlukan untuk menyewa tempat usaha, membeli perabotan, menggaji karyawan (apabila diperlukan) dan lain sebagainya.

Selain itu, berapa volume penjualan yang perlu diperoleh agar dapat minimal menutup seluruh biaya-biaya yang hendak kita keluarkan agar keuntungan yang kita peroleh kelak dapat menutup cost dasar yang telah kita keluarkan. Hal ini dikenal dengan istilah Break Even Point / BEP dimana seluruh biaya yang timbul sama dengan total penjualan yang diperoleh, sehingga perusahaan tidak memperoleh keuntungan maupun kerugian. Berikut rumus menghitung BEP beserta contoh soal perhitungan BEP yang akan kami sajikan.

Cara Menghitung BEP

Rumus Perhitungan BEP

BEP Unit = (Biaya Tetap) / (Harga per unit – Biaya Variable per Unit)
BEP Rupiah = (Biaya Tetap) / (Kontribusi Margin per unit / Harga per Unit)

Keterangan :

  1. BEP Unit / Rupiah = BEP dalam unit (Q) dan BEP dalam Rupiah (P)
  2. Biaya Tetap = biaya yang jumlahnya tetap walaupun usaha anda tidak sedang berproduksi.
  3. Biaya Variable = biaya yang jumlahnya meningkat sejalan peningkatan jumlah produksi seperti bahan baku, bahan baku pembantu, listrik, bahan bakar, dan lain-lain
  4. Harga per unit = harga jual barang atau jasa perunit yang dihasilkan.
  5. Biaya Variable per unit = total biaya variable perunit (TVC/Q)
  6. Margin Kontribusi per unit = harga jual per unit -biaya variable per unit (selisih)

Contoh Menghitung BEP / Break Even Point

Dalam menyusun perhitungan BEP, kita perlu menentukan dulu 3 elemen dari rumus BEP yaitu :

Rumus pertama adalah Fixed Cost (Biaya tetap) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menyewa tempat usaha, peralatan, komputer dll. Biaya ini adalah biaya yang tetap kita harus keluarkan walaupun kita hanya menjual 1 unit atau 2 unit, 5 unit, 100 unit atau tidak menjual sama sekali. Rumus kedua adalah variable cost (biaya variable) yaitu biaya yang timbul dari setiap unit penjualan contohnya setiap 1 unit terjual, kita perlu membayar komisi salesman, biaya antar, biaya kantong plastik, biaya nota penjualan dan lain sebagainya. Rumus Ketiga adalah harga penjualan yaitu harga yang kita tentukan dijual kepada pembeli

Berikut adapun contoh penggunaan rumus untuk menghitung Break Even Point :

Rumus BEP untuk menghitung berapa unit yang harus dijual agar terjadi Break Even Point :

Total Fixed Cost
_____________________________
Harga jual per unit dikurangi variable cost

Contoh :
Fixed Cost suatu toko lampu : Rp.200,000,-
Variable cost Rp.5,000 / unit
Harga jual Rp. 10,000 / unit

Maka BEP per unitnya adalah:

Rp.200,000
__________ = 40 unit

10,000 – 5,000

Artinya perusahaan perlu menjual 40 unit lampu agar terjadi Break Even Point. Pada pejualan unit ke 41, baru mulai memperoleh keuntungan. Sedangkan rumus BEP untuk menghitung berapa uang penjualan yang perlu diterima agar terjadi BEP adalah sebagai berikut :

Total Fixed Cost
______________________________x Harga jual / unit
Harga jual per unit dikurangi variable cost

Dengan menggunakan contoh soal dalam Rumus Menghitung BEP sama seperti kasus diatas maka uang penjualan yang harus diterima agar terjadi BEP adalah sebagai berikut:

Rp.200,000
__________ x Rp.10,000 = Rp.400,000,-
10,000 – 5,000

Contoh soal dalam menghitung BEP beserta jawabannya:

Misalnya ada perusahaan konveksi topi yang harga satu buah topi adalah Rp. 10.000 dengan biaya variabel sebesar Rp. 5.000 per topi dan biaya tatap sebesar Rp. 10.000.000

BEP = 10.000.000 / (10.000 – 5.000)
BEP = 20.000

Jadi diperlukan memproduksi 20.000 topi untuk mendapatkan kondisi seimbang antara biaya dengan keuntungan alias profit nol.

Jenis-Jenis BEP Secara Umum

Pada umumnya terdapat 2 jenis Break Even Point yakni, BEP UNIT dan BEP RUPIAH. Pengertian BEP unit adalah Break Even Point yang dinyatakan dalam jumlah penjualan produk di nilai tertentu. Sedangkan pengertian BEP Rupiah adalah Break Even Point yang dinyatakan dalam jumlah penjualan atau harga penjualan tertentu. Nah, dari sini sudah jelaskan tentang apa itu BEP baik pengertiannya secara umum dan jenis-jenis BEP. Untuk selanjutnya, mari kita simak rumus dalam menghitung BEP yang paling sederhana, mudah, dan akurat.

Nah, ternyata mudahkan cara menghitung BEP diatas? Sekian ulasan tentang tips dan triks tentang rumus BEP/ perhitungan break even point secara akurat yang dapat kami sajikan kali ini, semoga apa yang telah kami tuliskan ini dapat bermanfaat menambah wawasan serta ilmu pengetahuan anda.