Cara Membaca dan Menghitung Jangka Sorong

Jangka Sorong – Pada ulasan kali ini kami akan memberikan kepada anda sebuah tips yang terdiri dari beberapa bagian cara agar membuat kita faham untuk membaca jangka sorong, menghitung jangka sorong , dan mengukur dengan jangka sorong. Ya, mungkin bagi anda yang berprofesi sebagai fisikawan, ahli matematika, arsitektur bangunan, tukang bangunan atau semacamnya, hal ini (membaca jangka sorong) merupakan hal yang mudah untuk anda lakukan.

Namun, untuk orang awam hal ini merupakan sesuatu yang asing lagi sulit untuk dilakukan. Berbeda dengan model penggaris atau jangka pada umumnya, jangka sorong ini memiliki bentuk yang sangat unik sekali dimana dibagian ujungnya terdapat dua rahang yang dapat dibuka lebar atau disempitkan.  Hingga sekarang ini jangka sorong merupakan alat ukur yang sangat teliti dan dapat untuk mengukur benda yang kecil hingga mencapai seper seratus milimeter dari ukuran.

Alat ini memiliki dua bagian rahang, yakni bagian rahang yang tetap (permanen) dan bagian rahang yang bisa bergerak fleksibel. Jangka sorong merupakan alat yang sangat luar biasa, pembacaan hasil pengukuran yang sangat tepat, namun hal ini juga dipengaruhi oleh keahlian dan ketelitian pengguna maupun kondisi alat jangka sorong itu sendiri.

Saat ini beberapa alat ukur jangka sorong keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan display digital, sehingga akan memudahkan pengguna untuk mendapatkan hasil ukuran yang sesuai dan tepat. Untuk jangka sorong versi analog, umumnya tingkat ketelitian adalah 0.05 mm untuk jangka sorong di bawah 30 cm dan 0.01 untuk yang di atas 30 cm. Penggunaan jangka sorong ini biasanya lebih cenderung digunakan untuk penelitian mengenai benda-benda atau sesuatu yang memiliki ukuran relatif kecil, untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit.

Jangka Sorong

Selain itu alat ini juga dapat digunakan untuk mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang (pada pipa, maupun lainnya) dengan cara diulur, untuk mengukur kedalaman celah/lubang pada suatu benda dengan cara “menancapkan/menusukkan” bagian pengukur. Bagian pengukur tidak terlihat pada gambar karena berada di sisi pemegang.

Bagian-Bagian Yang Terdapat Pada Jangka Sorong

Jangka sorong memiliki beberapa bagian yang perlu anda ketahui sebelum anda menggunakannya. Beberapa bagian tersebut dapat anda simak pada gambar dan keterangan dibawah ini.

                                                                Bagian-bagian pada jangka sorong.

Secara umum, jangka sorong terdiri atas 2 bagian yaitu rahang tetap dan rahang geser. Jangka sorong juga terdiri atas 2 bagian yaitu skala utama yang terdapat pada rahang tetap dan skala nonius (vernier) yang terdapat pada rahang geser. Sepuluh skala utama memiliki panjang 1 cm, dengan kata lain jarak 2 skala utama yang saling berdekatan adalah 0,1 cm. Sedangkan sepuluh skala nonius memiliki panjang 0,9 cm, dengan kata lain jarak 2 skala nonius yang saling berdekatan adalah 0,09 cm. Jadi beda satu skala utama dengan satu skala nonius adalah 0,1 cm – 0,09 cm = 0,01 cm atau 0,1 mm. Sehingga skala terkecil dari jangka sorong adalah 0,1 mm atau 0,01 cm.

Perlu anda ketahui bahwa ketelitian dari jangka sorong adalah setengah dari skala terkecil. Jadi ketelitian jangka sorong adalah : Dx = ½ x 0,01 cm = 0,005 cm

Dengan ketelitian 0,005 cm, maka jangka sorong dapat dipergunakan untuk mengukur diameter sebuah kelereng, cincin, sekrup, baut, atau benda-benda kecil lainnya dengan lebih teliti serta tingkat akurasi yang sangat baik.

Cara Menggunakan Jangka Sorong Untuk Mengukur

Bagi anda yang belum biasa menggunakan alat ini, cara memakai jangka sorong ini cukup mudah. Yang perlu anda lakukan untuk mengukur suatu benda hanyalah dengan merapatkan rahang atas kemudian ditempatkan pada benda yang ingin diukur atau dihitung diameternya. Taring rahang dibawah digeser hingga kedua rahang tersebut menempel dan menekan pada bagian dalamnya benda. Dan juga jangan lupa untuk memastikan bahwa dinding yang berada di bagian dalam benda tegak lurus dengan ukuran, maksud dari hal tersebut ialah benda itu jangan sampai miring atau tidak sejajar.

Cara Membaca dan Menghitung Jangka Sorong

Cara membaca dan menghitung jangka sorong sebenarnya sedikit rumit, namun dengan memperhatikan contoh Cara Membaca Jangka Sorong dibawah ini dengan seksama serta teliti, anda akan bisa mengetahui caranya dengan mudah.

Lihat pada gambar diatas! Kita bisa memperhatikan skala nonius atau vernier yang berdekatan dengan salah satu skala utamanya. Angka yang berdekatan pada vernier dengan skala utama adalah angka 4 dan itu artinya nilainya adalah 0,4 mm. perhatikan angka 0 pada skala nonius yang terletak di angka skala Utama 4,7 cm.

Cara menghitungnya seperti ini:

  • 4,7 cm + 0,4 mm = 4,74 cm
  • Misalnya bingung menjumlahkannya ya tinggal di konfersikan dahulu ke satuan mm. 4,7 cm = 47 mm. Kemudian 47 mm + 0,4 mm = 47,4 mm.
  • Nah nilai 47,4 mm = 4,74 cm. Kan kalau mm menjadi cm adalah dibagi dengan 10.

Nah, dari sini sudah tahu kan sekarang mengenai apa itu jangka sorong, nama-nama bagian yang terdapat pada jangka sorong, cara menghitung skala pada jangka sorong? Sekian ulasan ilmu pengetahuan terkait cara membaca jangka sorong yang dapat kami tuliskan kali ini, semoga apa yang telah kami share diatas dapat bermanfaat bagi kita semua.